Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Terlantar, Alat Berat Milik Pemda Matim Menahun di Rana Mbeling

Selasa | November 30, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-11-30T04:18:20Z
Exavator Milik Pemkab Matim (Foto: Yunt Tegu)

Borong, Detakterkini.com - Alat berat berjenis exavator yang dikabarkan milik Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Manggarai Timur (Matim), NTT dan dikelola Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) setempat ditemukan terlantar dalam kondisi memprihatinkan di Desa Rana Mbeling, Kecamatan Kota Komba Utara, Matim.


Informasi yang diperoleh media dari salah seorang warga Desa Rana Mbeling yang enggan dimediakan namanya, bahwa alat berat excavator tersebut sudah hampir satu tahun tidak dioperasikan dan tidak terurus lagi.

"Sudah sejak lama ditinggalkan ditempat ini. Operasinya alat ini hanya saat pengerjaan pengaspalan jalan saja sesudah itu, tidak lagi," katanya sumber itu, Selasa, 30/11/2021.

Dirinya menilai, sikap pemda Matim yang tak kunjung memperhatikan aset pemda sebagai barang invetaris Negara itu, bisa jadi sengaja dilakukan agar alat tersebut menjadi barang rongsokan yang nilainya semakin merosot dan mudah dijual dengan harga murah sehingga bisa membuat program baru untuk dibelanjakan kembali.

"Sungguh aneh, ada uang biaya tetapi kenapa alat ini tidak dipelihara dengan baik, dugaan masyarakat bahwa jangan-jangan uang biaya itu tidak jelas peruntukannya atau ada kolaborasi antara para pihak", ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, telantarnya alat tersebut bisa diduga salah satu penyebab material longsor di sejumlah wilayah setempat sulit diperhatikan belakangan ini sehingga terpaksa warga sendiri yang melakukan pembersihan dengan alat seadanya.

"Saya sebagai masyarakat sangat menyayangkan dengan sikap Pemda yang tidak memperhatikan lagi alat berat tersebut dan seharusnya alat berat itu bisa digunakan untuk pembersihan tanah longsor, ini malah di terlantarkan begitu saja. Kalau alat berat jenis excavator ini dikelola dengan baik maka bisa saja menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dirinya berharap kepada dinas terkait agar segera mengevakuasi alat tersebut sehingga tidak dijadikan barang tua yang dipandang sehari-hari oleh masyarakat setempat.

"Harapan kepada Pimpinan Daerah, DPRD dan Dinas PUPR, kiranya jangan dibiarkan terlantar menjadi barang rongsokan, tolonglah untuk dipantau dan diawasi karena ini uang Negara," harapnya

Hingga berita ini diturunkan, media ini belum berhasil meminta konfirmasi kepada pihak terkait atas kondisi alat negara itu.

Beberapa kali dihubungi nomor kontaknya oleh wartawan, namun sedang tidak aktif.



Laporan: Yunt Tegu
×
Berita Terbaru Update