Soal Ambruknya Proyek TPT Senilai Rp 366 Juta di Desa Rondo Woing, Begini Kata Kades!

Notification

×
Copyright © Terdepan Mengabarkan Tentang Indonesia

Kuliner

Iklan

Soal Ambruknya Proyek TPT Senilai Rp 366 Juta di Desa Rondo Woing, Begini Kata Kades!

Detak Terkini
Kamis, Januari 20, 2022 WIB
Kondisi Proyek TPT Desa Rondo Woing (Foto: Yunt Tegu)

Borong, Detakterkini.com - Kepala Desa Rondo Woing, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur, Rober Kantur, merespon pemberitaan media terkait ambruknya proyek Tembok Penahan Tanah (TPT) yang berlokasi di Dusun Pupung.


Proyek tersebut merupakan proyek pemerintah desa Rondo Woing tahun 2021 dengan pagu anggaran yang bersumber dari Dana Desa (DD) senilai Rp 366 juta.


Robert beralasan, jebolnya proyek desa itu bukan faktor kualitasnya, namun karena curah hujan. Karena itu, untuk pekerjaan memperbaikan jebolan itu, aku Rober, nantinya akan dilaksanakan menunggu curah hujan sedikit menurun.

"Faktor utama jebolnya TPT tersebut karena curah hujan yang cukup tinggi, maka dari itu perbaikannya nanti di saat musim hujan mulai berkurang," ujarnya kepada media, Kamis (20/01/2022).


Rober juga mengaku akan bertanggung jawab atas jebolnya Tembok Penahan Tanah (TPT) itu.

"Selaku Kades saya masih punya rasa tanggung jawab untuk memperbaiki TPT yang jebol itu, yang 70-an meter saja diperbaiki apalagi yang 13-15 meter itu dan untuk dana perbaikan itu masih di ambil dari dana Rp 366 juta tersebut," katanya.


Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Proyek TPT yang bersumber dari Anggaran Dana Desa (DD) Rondo Woing tahun 2021 senilai Rp 366 juta itu dikabarkan sudah ambruk alias jebol lagi.

Kondisi itu menuai sorotan Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Rondo Woing, Valerius Danggur.

Danggur mengaku kesal dengan kualitas proyek TPT yang dikerjakan asal jadi, sebab diketahuinya, proyek dengan panjang sekikat 70-an meter itu sudah dua kali melakukan perbaikan, namun hasilnya tetap saja tidak bermutu lantaran kembali ambruk.

Ia menilai, pihak pekerja lebih mengutamakan keuntungan daripada kualitas proyek. Benar saja, belum sebulan selesai perbaikan tahap pertama karena masalah yang sama, kini kondisi TPT itu sudah kembali ambruk.

"Proyek TPT ini baru saja selesai diperbaik namun kini sudah roboh kembali karena minimnya kualitas campuran material semen dan pasir tidak seimbang," katanya kepada media, Selasa (18/01/2022).

Belum lagi, kerusakan yang terjadi sekitar 13-15 meter berulang-ulang kali sudah pasti merugikan anggaran keuangan desa setempat.

"Saya yakin pekerjaan sudah tidak sesuai RAB dan tukangnya belum paham soal gambar karena TPT ini sempat ambruk dan diperbaiki namun kini sudah runtuh lagi," ucapnya.

Sementara, Hendrik Gampur TPK Desa Rondo Woing mengatakan bahwa pekerjaan tersebut seperti proyek siluman, lantaran pemerintah Desa terkesan tertutup soal pelaksanaan TPT tersebut.

"Pekerjaan TPT tersebut banyak dipertanyakan oleh masyarakat, apakah proyek didanai dari anggaran Dana Desa atau APBD ataukah APBN. Mungkinkah dari Aspirasi dewan karena papan tendernya tidak ada," kata Hendrik.


Laporan: Yunt Tegu
Komentar

Tampilkan

  • Soal Ambruknya Proyek TPT Senilai Rp 366 Juta di Desa Rondo Woing, Begini Kata Kades!
  • 0

FEC MEDIA NETWORK

Topik Populer

Iklan Dalam Feed